28
Mar
09

Siklus PTK


Dalam PTK siklus merupakan ciri khas yang membedakannya dari penelitian jenis lain. Oleh karena itu, siklus harus dilaksanakan secara benar. Siklus pada hakikatnya adalah rangkaian “riset-aksi-riset-aksi- …” yang tidak ada dalam penelitian biasa (non PTK). Dalam penelitian non PTK hanya terdapat satu riset dan satu aksi kemudian disimpulkan. Dalam PTK hasil yang belum baik harus diulang kembali siklusnya sampai berhasil.

Siklus terdiri atas (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi dan perencanaan kembali. Yang diuraikan dalam siklus hanya bagian yang diubah atau dimodifikasi melalui PTK, bukan seluruh proses pembelajaran. Modifikasi atau perubahan secara total jarang dilakukan dalam PTK yang berskala kelas karena bagaimanapun sistem pendidikan secara umum masih belum berubah.

Misalnya Anda akan memodifikasi pembelajaran dengan memperbanyak penggunaan karta. Dalam “perencanaan” yang Anda uraikan adalah tentang karta itu saja, misalnya “Tiap pertemuan diusahakan akan ada karta yang digunakan dalam kelas.” Dalam “pelaksanaan” Anda uraikan kenyataan yang terjadi, apakah benar tiap pertemuan bisa digunakan karta, misalnya “Penggunaan karta tiap pertemuan hanya dapat dilakukan selama dua minggu pertama; minggu berikutnya rata-rata hanya satu karta tiap empat pertemuan.” Anda tentu saja dapat mengolaborasi “pelaksanaan” itu dengan menyebutkan karta-karta apa saja yang digunakan, saat-saat mana yang paling tepat untuk penggunaan, siapa yang menggunakan, berapa lama digunakan, berapa ukurannya, di mana disimpan, dsb. “Pengamatan” didominasi oleh data-data hasil pengukuran terhadap respons siswa, menggunakan berbagai instrumen yang telah disiapkan. “Refleksi” berisi penjelasan Anda tentang mengapa terjadi keberhasilan maupun kegagalan, diakhiri dengan perencanaan kembali untuk perlakuan pada siklus berikutnya.

Perlakuan pada siklus berikutnya (yang satu) harus berbeda secara jelas dari siklus sebelumnya (yang lain). Jika yang berbeda hanya topik, sementara perlakuannya masih sama, berarti siklus itu masih sama, tak dapat dinamakan siklus baru. Siklus akan terus dilanjutkan dengan siklus berikutnya sampai masalah terpecahkan.

Dalam PTK selama ini banyak siklus yang bersifat semu, tidak sesuai dengan kaidah yang sudah baku. Inilah kelemahan-kelemahan yang terjadi.

a. Dalam siklus diuraikan semua proses pembelajaran, sehingga tidak dapat dilihat bagian yang sebenarnya sedang diteliti. Seolah-olah seluruh proses pembelajaran diubah secara total melalui PTK, dan sebelumnya pembelajaran berlangsung secara tradisional, buruk, dan di bawah standar.

b.Tidak jelas apakah perlakuan dalam suatu siklus dilakukan secara terus menerus selama periode tertentu, sampai data pengamatan bersifat cukup (menunjukkan pola yang menetap) dan diperoleh dari berbagai sumber (triangulasi). Sebagai analogi, jika selama satu minggu suhu badan pasien menunjukkan angka 37,50 C; 370 C; 370 C; 37,50 C; 37,50 C; 37,50 C; berarti data itu sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa kondisi pasien telah kembali normal. Namun data itu masih perlu dilengkapi dengan data lain yang relevan, seperti perilaku, nafsu makan, dan denyut nadi pasien, yang menunjukkan bukti cukup selama seminggu. Mengkonfirmasi data menggunakan lebih dari satu sumber disebut triangulasi.

c. Siklus dilakukan tidak berdasarkan refleksi dari siklus sebelumnya. Ada siklus yang dilakukan secara tendensius: siklus pertama dengan metode ceramah, siklus kedua dengan demonstrasi, dan siklus ketiga dengan eksperimen, hanya ingin menunjukkan bahwa metode eksperimen adalah yang terbaik. Peneliti ini lupa bahwa metode harus disesuaikan dengan karakteristik materi pelajaran. Untuk materi pertama boleh jadi justru metode ceramah yang lebih cocok.

About these ads

4 Responses to “Siklus PTK”


  1. 1 Adesa
    October 14, 2010 at 1:58 am

    Saya ingin berkomentar dan bertanya.
    1. Komentar:
    Pada dasarnya penelitian tindakan seperti melakukan terapi penyakit oleh dokter. Penyakit harus diobati dengan obat yang sudah terbukti menyembuhkan penyakit, bukan coba-coba obat yang belum teruji keberhasilannya. Siklus dalam tindakan seperti dosis obat, langkah-langkah dalam tindakan seperti aturan minum obat, misalnya 3×2 tablet setengah jam sebelum makan.
    Bedanya, tindakan pembelajaran siklus berikutnya harus diberikan dengan topik yang berbeda meskipun tetap dalam lingkup yang sama. Bila tindakan berhasil pada siklus pertama, maka pada siklus kedua tindakan dapat diulangi, untuk meyakinkan bahwa keberhasilan pada siklus 1 bukan kebetulan tetapi benar2 karena tindakan yang tepat, dengan variasi tindakan atau dengan tindakan yang sama. Jika siklus kedua tindakan tidak berhasil mengatasi masalah, maka siklus 3 harus dilakukan, untuk mendukung kesimpulan tindakan berhasil ataukah gagal.

    2. Pertanyaan:
    - Sampai sekarang tidak jelas batas-batas yang disebut dengan siklus. Apabila dalam suatu pembelajaran guru mengajar 6 jam, dia melakukan PTK siklus I 3 jam (topik 1, mengajar 2 jam evaluasi 1 jam) dan siklus II 3 jam berikutnya (topik 2, mengajar 2 jam evaluasi 1 jam), apakah itu sudah dianggap valid?
    - PTK sekarang berkembang menjadi PTS untuk kepada sekolah dan pengawas. Kalau dalam penelitian tindakan peneliti adalah pelaku tindakan, apakah mungkin tindakan dalam PTS untuk mengatasi masalah adalah berupa diklat atau workshop atau kegiatan MGMP yang notabene dilakukan oleh orang lain?

  2. 2 sari
    June 12, 2012 at 1:01 pm

    boleh liat contoh yang ptk sama yang non ptk ga’

  3. 3 dewi
    March 1, 2013 at 12:20 pm

    bapak,mau tanya.apakah PTK di siklus 1 dan 2 harus berganti topik/materi. bagaimana jika topik/materi yang sama diulang kembali?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


KALENDER

March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Categories

Pengunjung Budiman

  • 544,268 hits

BULE BELAJAR BHS. INDONESIA


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: