09
Apr
09

Karangan Bunga, Taufiq Ismail, Tirani dan Benteng


Kumpulan sajak Tirani dan Benteng, karya Taufig Ismail adalah sebuah kumpulan sajak yang diciptakan taufberdasar pada pengalaman-pengalaman yang dirasakannya selama menjelang dan permulaan Orde Baru. Pada saat itu Taufig Ismail melihat dan merasakan berbagai kejadian yang menurutnya, terlalu memprihatinkan dan menyedihkan. Keadilan, kelaliman, dan tindak kekejaman penguasa kepada rakyat kecil terjadi di mana-mana. Kehidupan rakyat kecil menjadi makin sengsara dan menderita. Berbagai aksi dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi KAPPI/KAMI untuk menentang kebijakan pemerintah yang dirasa sangat sewenang-wenang. Rekaman peristiwa itu oleh Taufig Ismail dituangkannya kembali ke dalam bentuk karya sastra, berupa puisi atau sajak. Kita lihat kutipan sajak berikut.

Karangan Bunga

Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu.

Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang di tembak mati
siang tadi’

Alma Mater, janganlah bersedih
Bila arakan ini bergerak pelahan
Menuju pemakaman
Siang ini

Anakmu yang berani
Telah tersungkur ke bumi
Ketika melawan tirani

Sajak diatas menggambarkan suasana duka ketika seorang mahasiswa, Arif Rahman Hakim, 23 tahun, mahasiswa Fakultas Kedokteran Tingkat IV, Universitas Indonesia, mati tertembak di depan Istana Negara pada tanggal 25 Februari 1966.

======================================
Sugono, Dendy. Ed. 2003. Buku Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Depdiknas.

About these ads

4 Responses to “Karangan Bunga, Taufiq Ismail, Tirani dan Benteng”


  1. 1 romli sntara
    January 27, 2010 at 3:19 am

    merekalah yang seharusnya di beri gelar PAHLAWAN…….

  2. 2 inra ernita
    March 23, 2010 at 4:24 am

    sinopsis cerita nya mana……..???

    di muat dong…….??

    thanks

  3. 3 Titin Supriatin
    May 19, 2010 at 7:45 am

    kala kawan2ku dengan seragam abu2 berhamburan istirahat aku terisak tangis dalam kelas, bukan luka ataupun lara, tapi buku digengamanku dengan warna kuning kehijauan berjudul TIRANI DAN BENTENG yg dicetak timbul membuat aku menangis pak Taufik sunguh dg gamblang mengambarkan peristiwa demi peristiwa dg sisipan gambar pula menguatkan tangisku, kapan aku ketemu beliau???

  4. 4 liecha
    November 4, 2011 at 4:03 am

    Analisis puisinya juga dimuat dong……


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


KALENDER

April 2009
M T W T F S S
« Mar   Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Categories

Pengunjung Budiman

  • 572,163 hits

BULE BELAJAR BHS. INDONESIA


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: