06
Nov
10

VARIASI TEKNIK KREATIF DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Menulis puisi sangat penting dalam pengajaran bahasa Indonesia. Dengan menulis puisi siswa secara utuh terampil dalam menggunakan bahasa untuk mengungkapkan perasaannya. Tidak hanya itu saja siswa juga terampil memilih kata-kata yang tepat yang bisa mewakili ungkapan perasaannya. Semuanya itu memerlukan wawasan pengetahuan yang luas, kepekaan batin dan daya imajinasi. Wawasan ini dapat dikembangkan melalui variasi teknik kreatif dalam pengajaran menulis puisi.
Pengajaran keterampilan menulis mempunyai tujuan praktis yang artinya siswa dapat menerapkan materi dalam bentuk tulisan, bukan sekedar teori yang harus dipahami atau dihafalkan dan dengan mudah bisa dilupakan. Dengan menulis kita menyampaikan ide/pendapat tentang suatu peristiwa atau masalah. Selain itu, menulis berarti mengekspresikan parasaan, pikiran dan  keinginan dalam bentuk tulisan. Dengan menulis, beban yang ada dalam diri akan berkurang sehingga tulisan menjadi semacam sarana curhat. Dalam menulis sebagai sarana curhat ini, kita perlu memilih bahasa yang bisa mewakili perasaan, pikiran dan keinginan.
Dalam pengajaran bahasa Indonesia, materi yang dirasa sulit oleh para siswa adalah menulis terutama menulis puisi. Sampai saat ini pengajaran menulis puisi belum mendapatkan perhatian secara optimal. Dari pengamatan penulis, pengajaran menulis puisi diberikan kepada siswa baru mengacu pada teori yang harus mengikuti langkah-langkah dalam menulis puisi. Selain itu menulis puisi kebanyakan diberikan sebagai tugas rumah.
Bertolak dari permasalahan-permasalahan di atas maka perlu adanya upaya-upaya untuk menerapkan variasi teknik kreatif dalam pengajaran menulis puisi. Variasi teknik kreatif dalam pengajaran menulis puisi yang dimaksud antara lain; teknik peta pasang kata, teknik epigonal, teknik lengkapi puisi, teknik outbond, teknik bergambar, dan teknik panggil pengalaman

B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang diuraikan secara mendasar pada latar belakang di atas maka rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut.
Bagaimanakah variasi teknik kreatif yang dimungkinkan dapat menggiring secara mudah dalam pengajaran menulis puisi?

BAB II
PEMBAHASAN

Bagaimanakah variasi teknik kreatif yang dimungkinkan akan menggiring secara mudah dalam pengajaran menulis puisi? Sebenarnya banyak teknik dalam pengajaran menulis puisi jika kita berani kreatif dalam melakukannya. Teknik-teknik ini berkaitan dengan keberanian, pemahaman puisi, igenuitas (luwes), penguasaan style, dan kemampuan empati. Variasi teknik kreatif dalam pengajaran menulis puisi ini dapat diuraikan sebagai berikut.
A.    Teknik Peta Pasang Kata
Teknik ini berpusat pada keberanian dalam memasang-masangkan kata secara bebas tetapi imajinatif. Di sinilah, akan dimungkinkan munculnya kata-kata baru yang imajinatif pula. Hal ini, kemudian menjadi hal yang secara potensial dapat dikembangkan menjadi larik yang menarik, kemudian dapat dikemabangkan menjadi bait, selanjutnya  dapat disempurnakan puisi yang utuh.
Langkah pertama kita perlu membayangkan sentral kata yang menggerakkan inspirari kita. Tugas kita dalam langkah ini, adalah menyeleksi dari sekian pengalaman dan empati kita untuk memilih focus pada diksi tertentu. Inspirasional diksi yang menggerakkan ini menggugah ingatan kita pada hal-hal lain yang seringkali secara tidak sadar akan menghasilkan eksplorasi kata yang luar biasa.
Langkah kedua mengaitkan kata dengan kata lain (memasangkan kata). Ini membutuhkan keberanian untuk tidak terjebak pada ketakutan apakah pasangan kata yang dibuat salah atau benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam menulis puisi tidak dikenal salah atau benar, sebab penyair memiliki kebebasan untuk menyimpang dari kaidah yang dikenal dengan licensia poetica. Contoh: mata lupa, aroma dusta, hitam hati, dll.
Langkah ketiga setelah kita secara acak bermain-main dengan memasangkan kata dengan berbagai kata secara bebas maka selanjutnya mengembangkannya menjadi larik-larik yang menarik. Larik-larik menarik dalam puisi tidak terikat oleh kaidah kebahasaan, tetapi seorang penyair diberikan kebebasan untuk berkarya. Contoh: Aroma dusta bermuara pada tatapan luka/ mata lupa mengingatnya karena//
Langkah keempat mengkategorikan larik-larik yang telah dibuat ke dalam tema kecil (pokok permasalahan) yang biasa disebut subject matter. Di sini, dibutuhkan kemampuan analisis terhadap isi dan makna larik kemudian merangkai gagasan larik ke dalam keutuhan bait yang memikat.
Langkah kelima dekat dengan langkah keempat, mengkategorikan larik kedalam kelompok larik yang membangun bait. Di sinilah dibutuhkan kejelian untuk menentukan larik-larik yang manakah yang memiliki nuansa sama, berdekatan, dan bahkan berurutan “pikiran”. Dengan begitu, maka akan sangat membantu dalam mengklasifikasikan larik.

B.     Teknik Epigonal
Teknik epigonal ini pada dasarnya adalah teknik pengekoran terhadap puisi-puisi yang telah ada. Adapun langkah-langkah yang dapat ditempuh adalah; (a) sebanyak mungkin membaca puisi para penyair, (b) mengidentifikasi kemenarikan puisi, (c) mengategorikan aspek kemenarikan puisi, (d) menyisihkan puisi-puisi yang inspirasional dan menarik, (e) mengedit secara cermat sehingga puisi yang ditulisnya sudah relatif memesona.

C.    Teknik Lengkapi Puisi
Teknik ini merupakan latihan mendasar mengawali puisi, mengisi isi puisi, sampai bagaimana mengakhiri puisi yang menarik. Di samping itu, teknik ini juga melatihkan agar secara kreatif kita dapat menyesuaikan secara cepat dengan gaya puisi yang dirumpangkan.
Langkah-langkah yang dapat dimanfaatkan dalam teknik ini adalah sebagai berikut (a) menghilangkan sebait dua bait awal kemudian mengisinya dengan ungkapan beda tetapi semakna, (b) menghilangkan bait-bait isi puisi kemudian mengisinya dengan ungkapan beda tapi semakna, (c) menghilangkan sebait terakhir kemudian mengisinya dengan ungkapan beda tapi semakna, (d) mengedit ulang apakah pengisian bait-bait rumpang itu secara totalitas makna sudah padu.

D.    Teknik Outbond
Pada prinsipnya teknik outbond mengajak kita menajak kita untuk terlibat langsung dengan objek, dan karena itu, pemaksimalan penulisan puisi menggunakan teknik ini menarik jika dilakukan di luar ruang-ruang bersekat, tetapi dialam terbuka. Misalnya, di pinggir kali, di alon-alon kota, di objek wisata, di pesawahan, di keramaian, dan seterusnya.
Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam teknik outbond adalah: (a) memilih tempat yang cocok dengan tema terpilih, (b) memaksimalkan objek langsung sebagai sumber inspirasi dan ekspresi, (c) mengekspresikannya sesuai dengan objek amatan, dan (d) menata dengan baik berbasis objek langsung.

E.    Teknik Bergambar
Gambar dapat dimanfaatkan untuk mengarahkan siswa langsung pada tema yang diangkat dalam sebuah puisi. Aktivitas yang disarankan adalah dengan menunjukkan sebuah gambar disertai dengan pertanyaan-pertanyaan yany mengarah pada gambar.
Contoh aktivitas: Sebelum pengajaran menulis puisi ditunjukkan beberapa gambar, seperti kelinci dengan wajah sedih, rumah, dan gadis yang sedang mencari sesuatu. Kemudian disertai pertanyaan-pertanyaan seperti, Binatang apa ini? Apakah dia kelihatan senang? Gambar apakah ini? Apakah kelinci itu tahu rumah ini? Siapa gadis kecil ini? Apa yang dia lakukan?

F.    Teknik Panggil Pengalaman
Sumber yang paling diyakini dapat membantu dalam pengajaran menulis puisi adalah mengangakat pengalaman pribadi, mengundang ide atau gagasan (brainstorming). Dalam kegiatan ini, satu tema bisa dipilih, misalnya, yang paling sederhana, kegiatan akhir pekan. Ini bisa dimulai dengan menulis pargraf pendek tentang kegiatan akhir pekan yang tak terlupakan. Setelah itu dengan bimbingan bisa dilanjutkan menulis puisi berdasarkan pengalaman yang tak terlupakan.

BAB III
KESIMPULAN

Dalam pengajaran menulis puisi masih banyak permasalahan-permasalahan. Permasalahan-permasalahan itu antara lain, pengajaran baru mengacu pada teori yang harus mengikuti langkah-langkah dalam menulis puisi. Selain itu dalam pengajaran menulis puisi belum disampaikan secara kreatif dan inofatif.
Maka perlu adanya upaya-upaya untuk menerapkan variasi teknik kreatif dalam pengajaran menulis puisi. Variasi teknik kreatif dalam pengajaran menulis puisi yang dimaksud antara lain; teknik peta pasang kata, teknik epigonal, teknik lengkapi puisi, teknik outbond, teknik bergambar, dan teknik panggil pengalaman.
Semoga dengan pemanfaatan variasi teknik ini pengajaran menulis puisi semakin menarik dan dapat meningkatkan motivasi belajar yang kreatif dan inovatif.

Daftar Pustaka

Sutejo dan Kasnadi. 2009. Menulis Kreatif. Pustaka Felicha: Yogyakarta.

Sriasih, Luh. Cert. Tesol_ IALF Bali

About these ads

3 Responses to “VARIASI TEKNIK KREATIF DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI”


  1. 1 ima_nayoo
    February 22, 2011 at 1:03 pm

    VARIASI TEKNIK KREATIF DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI…
    variasi itu didapat dari buku apa Pak?

    kok saya cari buku yang jadi daftar pustakanya gak ketemu. boleh tau Variasi Teknik kreatif itu diambil dari buku apa? mohon jawabanya

  2. April 4, 2011 at 4:41 am

    terima kasih …..

    bisa buat oleh² istriku

  3. 3 hamzah labyrint
    June 14, 2011 at 4:29 pm

    thanks berat atas kumpulan soalx


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


KALENDER

November 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Categories

Pengunjung Budiman

  • 573,593 hits

BULE BELAJAR BHS. INDONESIA


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: