11
Oct
12

Fungsi Bahasa Indonesia


Fungsi Bahasa Indonesia dalam Kompleksitas Kehidupan Manusia

Salah satu fungsi bahasa Indonesia adalah sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri, bahasa menyatakan secara terbuka segala sesuatu   yang tersirat di dalam dada kita sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita (Gorys Keraf, 1980:3).Hal yang mendorong ekspresi diri adalah keinginan untuk membebaskan diri dari semua tekanan emosi, selain itu juga agar menarik perhatian orang lain. Setiap manusia selalu berusaha untuk mengekspresikan emosi dirinya. Emosi yang terpendam akan menimbulkan ganjalan-ganjalan dalam kehidupannya.

Bertolak dari pemikiran di atas maka bahasa Indonesia sangat perlu mendapat perhatian dan menjadi kebanggaan bersama. Untuk itu sangatlah tepat, ”Bahasa Indonesia diajarkan kepada anak sejak di Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi dalam bentuk keterampilan bahasa yang meliputi mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis” (Henry Guntur Tarigan, 1992:1).

Dengan berbahasa Indonesia kita dapat mengungkapkan maksud yang sulit diungkapkan, misalnya dengan menggunakan bahasa kias.

Bahasa kias tersebut dapat berupa;

1)      Perbandingan atau perumpamaan (simile) ialah bahasa kiasan yang menyamakan satu hal dengan hal yang lain dengan menggunakan kata-kata perbandingan seperti bagai, bak, seumpama, dan lain-lain.

2)      Metafora ialah bahasa kiasan seperti perbandingan tetapi tidak menggunakan kata-kata pembanding. Metafora menyatakan sesuatu sebagai hal yang sama atau seharga dengan yang lain yang sesungguhnya tidak sama.

3)      Personifikasi ialah kiasan yang mempersamakan benda dengan manusia. Benda mati dibuat dapat bertindak, berpikir seperti halnya manusia.

4)      Hiperbola ialah kiasan yang berlebihan.

5)      Metonimia ialah kiasan pengganti nama, berupa penggunaan sesuatu yang sangat dekat dengan hubungan mengganti obyek.

6)      Sinekdok (Syneadoche) ialah kiasan yang menyebutkan sesuatu bagian yang penting suatu benda atau hal untuk benda atau hal itu sendiri.

7)      Allegori ialah cerita kiasan atau lukisan kiasan untuk mengiaskan hal lain atau kejadian lain.

Dari uraian di atas tidak ada alasan untuk tidak menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam SUMPAH PEMUDA, 28 Oktober 1928. Wujud dari sikap menjujung tinggi dapat berupa memposisikan urgensi bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Gorys Keraf. 1980. Komposisi. Ende-Flores: Nusa Indah.

Henry Guntur Tarigan. 1986. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung : Angkasa.

Herman J. Waluyo. 1991. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta : Erlangga.

Sutejo dan Sujarwoko. 2009. Menemukan Profesi dengan Mahir Berbahasa. Surabaya: Lentera Cendekia.



KALENDER

October 2012
M T W T F S S
« Jan   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Categories

Pengunjung Budiman

  • 984,184 hits

BULE BELAJAR BHS. INDONESIA


%d bloggers like this: