06
Mar
14

tanpa judul


Alkisah di sebuah kerajaan kelinci putih, hiduplah seorang ratu dengan dua orang anaknya Putri Nyimeng dan Pangeran Tianpeng
Ibu                                         : “Selamat pagi anak-anakku, mari kita makan pagi bersama-sama.”
Nyimeng & Tianpeng      : “Baik ibu!”

Di lain hari Ratu Cimi, bertemu dengan kekasihnya Raja Mumu yang tidak lain adalah kekasihnya yang berasal dari kerajaan kelinci hitam..

Ratu                       : “Selamat Siang kakanda mumu, bagaimana keadaan kakanda siang ini?”

Raja                       : “Baik ratuku, apalagi setelah bertemu dengan adinda. Bagaimana
dengan adinda sendiri?”

Ratu                       : “Tentu saja, adinda baik-baik saja. Kakanda, bagaimana dengan
rencana pernikahan kita?”

Raja                       : “Aku terus saja memikirkan hal itu, bagaimana jika kita memberitahukan
hal ini kepada anak-anak kita?”

Ratu                       : “Ternyata kita memang berjodoh, karena adinda juga memikirkan hal
yang sama.”

Setelah pertemuan itu, Ratu Cimi mengumpulkan kedua anaknya Putri Nyimeng dan Pangeran Tianpeng tentu saja untuk memberitahukan rencana pernikahannya dengan Raja Mumu.

Tianpeng             : “Ada apa ibu? Tiba-tiba saja engkau menyuruh aku dan nyimeng
untuk menemuimu”

Ratu Cimi             : “Ada suatu hal yang harus ku beritahukan kepadamu dan adikmu. Dan
hal itu penting untukku dan untuk kalian.”

Nyimeng              : “hal apa itu bu?”

Ratu Cimi             : “Begini anak-anakku, ibumu ini merasa kesepian apalagi kalian sudah
besar cepat atau lambat kalian akan meninggalkan ibu sendiri di
dalam kerajaan ini. Jadi, ibu memutuskan untuk menikah lagi dan ibu
jatuh cinta kepada Raja Mumu.”

Tianpeng             : “Apa?? Raja Mumu? Bukankah dia raja dari kerajaan kelinci hitam bu?”

Nyimeng              : “iya ibu! Apa kata dunia jika seorang Ratu cantik sepertimu harus
menikah dengan Raja dari kerajaan ras hitam hah.”

Ratu Cimi             : “Yaa itulah yang sudah ibu duga, jawaban yang akan kalian berikan.

Tapi maafkan ibu nak, ibu mohon kalian berikan restu kepada ibu dan juga Raja Mumu.”

Nyimeng              : “Hah, terserah ibu saja yang jelas aku tidak akan pernah setuju

dan mengakui dia sebagai ayah tiriku.”

Tianpeng             : Akupun juga begitu bu, sependapat dengan Nyimeng.

Ratu Cimi merasa kecewa dengan sikap kedua anaknya itu. Sementara itu, dilain waktu Raja Mumu juga memberitahukan hal yang sama kepada anak tunggalnya Pangeran Tambir.

Raja Mumu         : Tambir putraku, ayah ingin memberitahumu sesuatu yang menurut

ayah penting untuk kita.

Tambir                  : Dengan senang hati, Tambir akan mendengarkannya yah. Hal apakah itu?

Raja Mumu         : Begini nak, ayahmu ini jatuh cinta dengan seorang wanita.

Tambir                  : Benarkah? Siapakah wanita beruntung itu ayah?

Raja Mumu         : Dia adalah Ratu Cimi, ratu dari kerajaan kelinci putih. Dan kami
berencana untuk menikah. Bagaimana menurut pendapatmu?

Tambir                  : Tambir senang jika ayah senang, jadi jika kelak Tambir menikah ayah
tidak akan kesepian di kerajaan yang besar ini yah.

Raja Mumu         : Baiklah, suatu hari ayah akan mempertemukanmu dengan Ratu Cimi.

Tambir                  : Kapanpun hari itu, akan selalu aku tunggu ayah.

Di suatu tempat Ratu Cimi dan Raja Mumu kembali bertemu untuk merencanakan pertemuan anak-anak mereka, tetapi Ratu Cimi menyembunyikan respon kedua anaknya yang sebenarnya tidak setuju dengan pernikahan ini.

Raja Mumu         : Bagaiman adinda? Kapan kita akan mempertemukan anak-anak kita?

Ratu Cimi             : Adinda menurut kakanda saja, kapanpun adinda akan menyediakan waktu.

Raja Mumu         : Bagaimana jika besok? Bisakah aku membawa putraku Tambir untuk
pergi ke kerajaanmu?

Ratu Cimi             : tentu saja dengan senang hati aku akan menyambutnya kanda.

Raja Mumu         : Baiklah, aku akan pulang dan bersiap-siap untuk hari esok.

Keesokan harinya dengan terpaksa Nyimeng dan Tianpeng menyambut kedatangan Raja Mumu dan Pangeran Tambir tetapi dalam pikirannya mereka sudah memiliki rencana jahat untuk membatalkan pernikahan ini.

Ratu Cimi             : Selamat pagi sayang, yuk segera siap-siap setelah ini kita akan
kedatangan tamu penting.

Nyimeng              : Yaa tamu penting ibu kan, bukan kita.

Tianpeng             : Benar bu, aku setuju dengan Nyimeng.

Ratu Cimi             : Kalian tidak boleh seperti itulah…

Belum sempat menyelesaikan pembicaraannya kemudian terdengar suara kendaraan yang datang. Dan mereka adalah Raja Mumu dan Pangeran Tambir

Raja Mumu         : Selamat pagi ratu, Putri Nyimeng, dan Pangeran Tianpeng

Tianpeng             : Ya, pagi

Ratu Cimi             : Pagi raja, tianpeng kamu tidak boleh seperti itu. Maafkan putraku
baginda raja.

Raja Mumu         : Ah tidak apa-apa.. oh iya ini perkenalkan, putra tunggalku Pangeran Tambir

Ratu Cimi             : Oh ini to Pangeran Tambir, tampan ya seperti ayahnya.

Nyimeng              : Ah ibu, yang benar saja masak cupu seperti ini ibu bilang tampan? Dan
dia ini yang kelak jadi saudara tiriku?

Tianpeng             : Yang benar saja bu, kalau aku sih nggak rela dia jadi saudara tiriku.

Ratu Cimi             : Nyimeng, Tianpeng cukup! Tidak sopan, maafkan nyimeng dan Tianpeng
ya Pangeran Tambir.

Tambir                  : Ah, tidak apa-apa ratu. Saya sudah biasaa..

Ratu Cimi             : Yasudah mari ku antar ke tempat istirahat untuk kalian. Nyimeng
dan Tianpeng untuk beberapa hari ke depan Raja Mumu dan
Pangeran Tambir akan tinggal disini, ibu harap kalian bisa saling
mengenal satu sama lain.

T&N                       : Terserah!!

Di suatu sore…

Ratu Cimi             : Kanda, maafkan anak-anakku yang begitu tidak sopan kepadamu
dan putramu..

Raja Mumu         : Tidak apa-apa adinda, aku mengerti mungkin mereka belum terima
dengan keadaan ini. Kita berdoa saja semoga anak-anak kita
dapat mengenal satu sama lain. Dan aku harap Nyimeng dan Tianpeng
tidak keterlaluan terhadap putraku..

Ratu Cimi             : Semoga. Aku selalu berdoa untuk itu kanda

Tanpa disadari ternyata Nyimeng dan Tianpeng mendengarkan percakapan Ratu Cimi dan Raja Mumu.

Tianpeng             : Apa kamu memikirkan sama seperti apa yang aku pikirkan?

Nyimeng              : Hmm. Maksudmu? Apakah kita harus menyiksa Tambir?

Tianpeng             : Yaa! Itulah yang aku pikirkan!

Nyimeng              : Apa kita tidak kelewatan? Aku berpikir kenapa kita tidak
menerima keadaan ini? Toh tidak ada ruginya kan untuk kita? Lagian
kasihan sama Tambir..

Tianpeng             : Ngomong apa kamu ini? Kenapa tiba-tiba berubah pikiran? Kamu
suka sama Tambir?

Nyimeng              : Suka? Tentu saja tidak!

Tianpeng             : Kalau begitu kenapa? Yasudah aku akan memberi pelajaran pada
Tambir, supaya dia tidak betah dan meminta ayahnya untuk tidak
menikah dengan ibu. Kamu mau ikut atau tidak?

Nyimeng              : Yaa baiklah, aku ikut denganmu..

Akhirnya Nyimeng dan Tianpeng bergegas menemui Tambir untuk menyiksa Tambir,suatu ketika di taman istana didapati Tambir sedang bermain gitar.

Nyimeng              : (dalam hati) Waw, keren sekali! Sebenarnya dia Pangeran yang
tampan namun hanya perlu sedikit polesan di wajah cupunya. Ah, apa
iya aku jatuh cinta dengannya?

Tianpeng             : hey kamu ini kenapa bengong? Ayo ikuti aku!

Nyimeng              : Mm..mm iyaaaa

Tianpeng             : (menghampiri Tambir) Heh item, denger ya! Aku gak suka kamu
dan ayahmu ada disini! Jadi mending kamu bilang sama ayahmu buat
batalin pernikahannya sama ibuku! Ngerti gak kamu? (sambil menarik
kerah baju Tambir)

Nyimeng              : Kak! Sudah kak, jangan begitu. Tambir maafkan kakakku yaa..

Tianpeng             : hey nyimeng kamu ini kenapa? Jangan-jangan benar kan yang aku
bilang kamu suka sama si dekil ini? Kenapa kamu ngelawan saat aku
mau nyiksa dia?

Mendengar suara ribut, tiba-tiba Raja Mumu dan Ratu Cimi datang..

Raja Mumu         : Ada apa ini? Aku dengar kamu hendak menyiksa putraku,
Pangeran Tianpeng?

Tambir                  : Tidak ayah, tidak begitu

Raja Mumu         : Diam kamu nak!

Ratu Cimi             : Benar seperti itu Tianpeng?

Tianpeng             : Iya, bu benar. Karena aku tidak suka dengan Raja Mumu dan Tambir

Raja Mumu         : Maaf adinda, aku tidak bisa terima jika begini jadinya karena hal ini
anakku yang harus jadi korban kerasisan putra dan putrimu. Kita
batalkan saja pernikahan kita ini, aku sudah cukup kecewa dengan
semua ini. Ayo Tambir kita pergi darisini!

Ratu Cimi             : Tapi kanda, maafkan anak-anakku. Jangan pergi… bagaimana? Sudah
puas kalian berdua? Dasar anak-anak egois!

Nyimeng              : Ibu maafkan kami buuu…

Hampir enam bulan setelah kejadian itu, Ratu Cimi sudah bisa melepaskan semuanya dan melupakan apa yang terjadi serta memaafkan kedua anaknya. Tapi lain halnya dengan Nyimeng, dia masih saja memikirkan Tambir, karena ternyata ia jatuh cinta dengan Tambir, hingga suatu ketika Nyimeng mengirimkan sebuah surat kepada Tambir yang isinya :

Dear Pangeran Tambir

Enam bulan setelah kejadian itu, aku terus saja memikirkanmu..

Memikirkan yang seharusnya tak ada di pikiranku tapi kurasa ini hal lain yang berangkat dari hati. Aku minta maaf atas enam bulan yang lalu, atas perilaku dan sikapku kepadamu..

Tetapi dari perilaku itu tiba-tiba muncul sebuah perasaan yang kata orang disebut cinta.

Aku harap kamu selalu baik-baik saja, dan kamu mau menerima maafku serta kakakku Tianpeng. Jika perasaan itu membuatmu terganggu, maafkan aku dan anggap saja perasaan itu tidak ada.

 

                                                                                                                Dari yang mengagumimu dalam diam

                                                                                                                                                Nyimeng

 

Setelah Pangeran Tambir membaca surat dari Nyimeng ia tersenyum dan Ia menulis surat balasan, yang isinya:

Teruntuk Putri Nyimeng

Aku telah membaca sepucuk surat yang engkau kirim kepadaku beberapa hari yang lalu.

Terimakasih untuk surat itu, dan untuk kamu ketahui sejak kejadian itu aku dan ayahku sudah memaafkanmu dan Tianpeng. Dan sejak kejadian itu pula selalu ada namamu dan wajahku dalam bayang-bayang ingatanku, yang artinya mungkin juga sama jika aku mencintaimu. Apa kita harus bertemu? Aku menunggumu di taman dekat istanamu nanti sore.

 

                                                                                                                Yang juga mengagumimu

                                                                                                                                Tambir

Di taman sore hari..

Nyimeng              : Maaf membuatmu menunggu lama.

Tambir                  : Ah, tidak apa-apa. Aku belum lama, bagaimana tanggapanmu dengan balasan suratku? Apa kamu benar-benar menerima aku yang seperti ini?

Nyimeng              : Iyaa aku siap menerimamu Pangeran Tambir

Tambir                  : Terimakasih Putri Nyimeng. Kita harus segera berbicara dengan orang
tua kita masing-masing.

Tanpa mereka sadari ternyata Raja Mumu, Ratu Cimi, dan Pangeran Tianpeng menguping apa yang mereka bicarakan..

Tianpeng             : Tidak perlu kalian bilang kami sudah tahu sendiri kok..

Nyimeng              : Ibu, kakak…

Tambir                  : Ayah..

Raja Mumu         : Yaa, bagaimana Ratu apakah mereka yang harus kita restui? Apa kita yang harus kembali untuk direstui mereka? (sambil tertawa)

Tambir                  : Ayah, lebih baik mengalah dengan anak-anaknya (tertawa)

Raja Mumu         : Tentu, apa yang tidak untuk kebahagiaan anak ayah. Bukankah begitu Ratu?

Ratu Cimi             : Jelas begitu Raja, kami semua merestuimu..

Nyimeng              : Terimakasih ibu, aku sangat bahagia.

Tianpeng             : Ibu, apakah aku juga direstui?

Ratu Cimi             : Hmm calon aja kamu nggak punya, bagaimana bisa merestui?

Semua                  : (Tertawa bersama-sama)

Akhirnya Pangeran Tambir dan Putri Nyimeng menikah, dan Raja Mumu serta Ratu Cimi menjadi besan. Sementara Tianpeng masih sibuk mencari cinta sejatinya.

Kelas XI IPA 2


0 Responses to “tanpa judul”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


KALENDER

March 2014
M T W T F S S
« Jul   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Categories

Pengunjung Budiman

  • 984,184 hits

BULE BELAJAR BHS. INDONESIA


%d bloggers like this: